Sunday, December 21, 2025

PANDUAN KOKURIKULER

A. Makna dan Pentingnya Kokurikuler 

Pengertian Kokurikuler 

Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.

Pentingnya Kokurikuler 

Dalam upaya mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju, pendidikan bermutu untuk semua adalah komitmen yang harus selalu dipegang teguh. Komitmen ini tidak cukup diwujudkan hanya melalui pengalaman belajar intrakurikuler dan ekstrakurikuler saja, tetapi juga perlu diperkuat melalui kegiatan kokurikuler yang dirancang secara sistematis, bermakna, dan kontekstual. Kokurikuler memiliki peran strategis untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas dan penerapannya dalam kehidupan nyata, sehingga murid dapat mengembangkan kompetensi secara lebih utuh dan kontekstual. 

Tujuan Kokurikuler 

Kegiatan kokurikuler bertujuan mendukung tercapainya delapan dimensi profil lulusan secara nyata dan kontekstual melalui pengalaman belajar yang bermakna. Delapan dimensi profil lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Disamping itu, delapan dimensi profil lulusan menumbuhkembangkan lulusan yang memiliki kepemimpinan efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif. Berikut ke delapan dimensi profil lulusannya: 
  1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
  2. Kewargaan
  3. Penalaran Kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesehatan
  8. Komunikasi
Delapan dimensi profil lulusan


Karakteristik Kokurikuler 

Karakteristik kegiatan kokurikuler bersifat fleksibel dan kontekstual, serta dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan dan kekhasan satuan pendidikan. Namun demikian, kegiatan kokurikuler tidak dirancang secara acak atau sekadar tambahan kegiatan. Kegiatan harus berangkat dari identifikasi dimensi profil lulusan yang ingin dikuatkan atau diperdalam. Dengan menentukan terlebih dahulu aspek dimensi profil lulusan yang menjadi fokus, satuan pendidikan dapat merancang kegiatan kokurikuler yang relevan dan berdampak.

B. Kerangka Pembelajaran Kokurikuler

Praktik Pedagogis

Pendidik berperan sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar, yang mendampingi proses berpikir, merasakan, dan bertindak murid secara reflektif, serta melibatkan murid mengembangkan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan 6pembelajaran. Praktik pedagogis dalam kokurikuler mengutamakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu melalui pembelajaran aktif seperti model pembelajaran berbasis penyelidikan (inquiry), pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), pembelajaran berbasis masalah, dan ruang eksplorasi yang memungkinkan murid mengonstruksi pengetahuan dan membangun makna secara mandiri maupun kolaboratif.

Lingkungan Pembelajaran

Kegiatan kokurikuler mendorong pemaknaan ruang belajar yang lebih luas, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar ruang formal: area-area di dalam dan sekitar satuan pendidikan, komunitas lokal, bahkan ruang digital. Lingkungan pembelajaran yang mendukung adalah lingkungan yang aman, terbuka, inklusif, dan menghargai keberagaman cara belajar murid. Hal ini memungkinkan murid mengalami pembelajaran secara utuh dan kontekstual.\

Kemitraan Pembelajaran

Pelaksanaan kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan/atau cara lainnya agar efektif, 6berkesinambungan dan berdampak masif, maka diperlukan kemitraan dengan berbagai 6pihak. Kemitraan dalam hal ini bisa ditinjau dari catur pusat pendidikan yaitu satuan 5pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media.

Pemanfaatan Teknologi Digital

Teknologi digital menjadi alat bantu yang memperluas akses belajar dan memperkaya pengalaman belajar murid. Dalam kokurikuler, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mencari referensi, mendokumentasikan proses, menyampaikan berbagai pesan ke publik, berkolaborasi jarak jauh, memvisualisasikan ide kreatif murid, mempublikasikan hasil pembelajaran yang telah dikerjakan. Teknologi digital dapat juga dimanfaatkan untuk asesmen dan pertukaran informasi di antara guru tentang perkembangan belajar murid.

C. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Asesmen Kokurikuler   

  1. Perencanaan Kokurikuler
  2. Penentuan Tim Kerja Kokurikuler
  3. Analisis Satuan Pendidikan
  4. Membuat perencanaan berdasarkan hasil analisis
  5. Pembelajaran kolaborasi lintas disiplin ilmu
  6. Gerakan 7 KAIH
  7. Cara lainnya
  8. Pelaksanaan dan Asesmen Kokurikuler
  9. Pelaporan Hasil Kokurikuler

D. Evaluasi dan Tindak Lanjut Kokurikuler

  1. Tujuan Evaluasi kegiatan Kokurikuler
  2. Pelaksana Evaluasi kegiatan Kokurikuler
  3. Model evaluasi kegiatan
  4. Analisis Evaluasi kegiatan Kokurikuler
  5. Tindak lanjut


Untuk mendownload panduan kokurikuler silahkan klik disini

0 comments:

Post a Comment